Sabtu, 4 Julai 2015

Dialog Rasulullah Dan Iblis


بسم الله الرحمن الرحيم


Suatu ketika Allah SWT memerintahkan seorang Malaikat menemui Iblis agar menghadap Baginda Rasul saw untuk memberitahu segala rahasianya, baik yang disuka maupun yang dibencinya. Hal ini dimaksudkan untuk meninggikan derajat Nabi Muhammad saw dan juga sebagai peringatan dan perisai umat manusia.

Kemudian Malaikat itupun mendatangi Iblis dan berkata : “Hai Iblis! Engkau diperintah Allah untuk menghadap Rasulullah saw. Bukalah semua rahasiamu dan jawablah setiap pertanyaan Rasulullah dengan jujur. Jika engkau berdusta walau satu perkataanpun, niscaya akan terputus semua anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat pedih”.

Mendengar ucapan Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan, maka segera ia menghadap Rasulullah saw dengan menyamar sebagai orang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai yang panjangnya seperti ekor lembu.

Iblis pun memberi salam sampai 3 (tiga) kali salam, Rasulullah saw tidak juga menjawabnya, maka Iblis berkata : “Ya Rasullullah! Mengapa engkau tidak menjawab salamku? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?” Maka jawab Nabi dengan marah : “Hai musuh Allah! Kepadaku engkau menunjukkan kebaikanmu? Jangan kau coba menipuku sebagaimana kau tipu Nabi Adam as sehingga beliau keluar dari syurga, kau hasut Qabil sehingga ia tega membunuh Habil yang masih saudaranya sendiri, ketika sedang sujud dalam sembahyang kau tiup Nabi Ayub as dengan asap beracun sehingga beliau sengsara untuk beberapa lama, kisah Nabi Daud as dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya karena engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendeta yang telah menanggung sengsara akibat hasutanmu.

Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wa jalla, tapi aku diharamkan Allah menjawab salammu. Aku mengenalmu dengan baik wahai Iblis, Raja segala Iblis. Apa tujuanmu menemuiku?”.

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Janganlah engkau marah. Engkau dapat mengenaliku karena engkau adalah Khatamul Anbiya. Aku datang atas perintah Allah untuk memberitahu segala tipu dayaku terhadap umatmu dari zaman Nabi Adam as hingga akhir zaman nanti. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang engkau tanya, aku bersedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, aku tidak berani menyembunyikannya”.

Kemudian Iblispun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata : “Ya Rasulullah! Sekiranya aku berdusta barang sepatahpun niscaya hancur leburlah badanku menjadi abu”.

Ketika mendengar sumpah Iblis itu, Nabipun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah kesempatanku untuk menyiasati segala perbuatannya agar didengar seluruh sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai seluruh umatku.

Pertanyaan Nabi (1) :

“Hai Iblis! Siapakah musuh besarmu?”

Jawab Iblis : “Ya Nabi Allah! Engkaulah musuhku yang paling besar di antara musuh-musuhku di muka bumi ini”.

Kemudian Nabipun memandang muka Iblis dan Iblispun gemetar karena ketakutan. Sambung Iblis : “Ya Khatamul Anbiya! Aku dapat merubah diriku seperti manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suarapun tidak berbeda, kecuali dirimu saja yang tidak dapat aku tiru karena dicegah oleh Allah. Andaikan aku menyerupai dirimu, maka terbakarlah diriku menjadi abu.

Aku cabut iktikad / niat anak Adam supaya menjadi kafir karena engkau berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam, begitu juga aku berusaha menarik mereka kepada kekafiran, murtad atau munafik. Aku akan menarik seluruh umat Islam dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersamaku”.

Pertanyaan Nabi (2) :

“Hai Iblis! Apa yang kau perbuat terhadap makhluk Allah?”

Jawab Iblis : “Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pahanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Aku goda semua manusia supaya meninggalkan sholat, berbuai dengan makanan dan minuman, berbuat durhaka, aku lalaikan dengan harta benda, emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan ke jalan yang haram.

Demikian juga ketika pesta di mana lelaki dan perempuan bercampur. Di sana aku lepaskan godaan yang besar supaya mereka lupa peraturan dan akhirnya minum arak. Apabila terminum arak itu, maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu aku ulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga perbuatan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari uang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri.

Apabila mereka sadar akan kesalahan mereka lalu hendak bertaubat dan berbuat amal ibadah, akan aku rayu supaya mereka membatalkannya. Semakin keras aku goda supaya mereka berbuat maksiat dan mengambil isteri orang. Jika hatinya terkena godaanku, datanglah rasa ria’, takabur, iri, sombong dan melengahkan amalnya. Jika lidahnya yang tergoda, maka mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah aku goda mereka setiap saat”.

Pertanyaan Nabi (3) :

“Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambah laknat yang besar dan siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai yang dikutuk Allah! Siapa yang menjadikanmu? Siapa yang melanjutkan usiamu? Siapa yang menerangkan matamu? Siapa yang memberi pendengaranmu? Siapa yang memberi kekuatan anggota badanmu?

Jawab Iblis : “Semuanya itu adalah anugerah dari Allah Yang Maha Besar. Tetapi hawa nafsu dan takabur membuatku menjadi jahat sebesar-besarnya. Engkau lebih tahu bahwa diriku telah beribu-ribu tahun menjadi Ketua seluruh Malaikat dan pangkatku telah dinaikkan dari satu langit ke langit yang lebih tinggi. Kemudian aku tinggal di dunia ini beribadah bersama para Malaikat beberapa waktu lamanya.

Tiba-tiba datang firman Allah SWT hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka akupun membantah. Lalu Allah menciptakan manusia yang pertama (Nabi Adam as) dan seluruh Malaikat diperintah supaya memberi hormat sujud kepada lelaki itu, hanya aku saja yang ingkar. Oleh karena itu, Allah murka kepadaku dan wajahku yang tampan rupawan dan bercahaya itu berubah menjadi keji dan menakutkan. Aku merasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikaruniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah seluruh bidadari. Aku bertambah dengki dan dendam kepada mereka.

Akhirnya aku berhasil menipu mereka melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah khuldi, lalu keduanya diusir dari syurga ke dunia. Keduanya berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itupun aku masih belum puas dan berbagai tipu daya aku lakukan hingga hari kiamat kelak.

Sebelum engkau lahir ke dunia, aku beserta bala tentaraku dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahasia, tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadah dan balasan pahala serta syurga mereka. Kemudian aku turun ke dunia dan memberitahu manusia yang lain tentang apa yang sebenarnya aku dapatkan dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bid’ah dan kehancuran.

Tetapi ketika engkau lahir ke dunia ini, maka aku tidak diijinkan oleh Allah untuk naik ke langit dan mencuri rahasia karena banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika aku memaksa untuk naik, maka Malaikat akan melontarkan anak panah dari api yang menyala. Sudah banyak bala tentaraku yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu, maka semakin beratlah pekerjaanku dan bala tentaraku untuk menjalankan tugas menghasut manusia”.

Pertanyaan Nabi (4) :

Rasullullah bertanya “Hai Iblis! Apa yang pertama kali kau tipu dari manusia?”

Jawab Iblis : “Pertama kali aku palingkan iktikad / niatnya, imannya kepada kafir dan juga dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berhasil juga, akan aku tarik dengan cara mengurangi pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikuti kemauanku”.

Pertanyaan Nabi (5) :

“Hai Iblis! Jika umatku sholat karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Sungguh penderitaan yang sangat besar. Gemetarlah badanku dan lemah tulang sendiku, maka aku kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda manusia pada setiap anggota badannya.

Beberapa iblis datang pada setiap anggota badannya supaya malas sholat, was-was, lupa bilangan raka’atnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, hilang khusyuknya, matanya senantiasa melirik ke kanan dan ke kiri, telinganya senantiasa mendengar percakapan orang dan bunyi-bunyi yang lain.

Beberapa iblis yang lain duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya tidak kuat sujud berlama-lama, penat waktu duduk tahiyat dan dalam hatinya selalu merasa terburu-buru supaya cepat selesai sholatnya, itu semua membuat berkurangnya pahala. Jika para iblis tidak dapat menggoda manusia itu, maka aku sendiri akan menghukum mereka dengan hukuman yang berat”.

Pertanyaan Nabi (6) :

“Jika umatku membaca Al-Qur’an karena Allah, apa yang terjadi padamu?”

Jawab Iblis : “Jika mereka membaca Al-Qur’an karena Allah, maka terbakarlah tubuhku, putuslah seluruh uratku lalu aku lari dan menjauh darinya”.

Pertanyaan Nabi (7) :

“Jika umatku mengerjakan haji karena Allah, bagaimana perasaanmu?”

Jawab Iblis : “Binasalah diriku, gugurlah daging dan tulangku karena mereka telah mencukupkan rukun Islamnya”.

Pertanyaan Nabi (8) :

“Jika umatku berpuasa karena Allah, bagaimana keadaanmu?”

Jawab Iblis : “Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya buatku. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan seluruh Malaikat menyambut dengan suka cita. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatat dosanya selama dia berpuasa. Yang menghancurkan hatiku ialah segala isi langit dan bumi, yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam memohonkan ampunan bagi orang yang berpuasa. Satu lagi kemudian orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya dan dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umatmu mulai berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekalian Malaikat dengan garangnya menangkapku dan tentaraku, jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umatmu berpuasa, barulah aku dilepaskan dengan perintah agar tidak mengganggu umatmu. Umatmu sendiri telah merasa ketenangan berpuasa sebagaimana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut dibandingkan bulan biasanya”.

Pertanyaan Nabi (9) :

“Hai Iblis! Bagaimana seluruh sahabatku menurutmu?”

Jawab Iblis : “Seluruh sahabatmu termasuk musuh besarku. Tiada upayaku melawannya dan tiada satupun tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Karena engkau sendiri telah berkata : “Seluruh sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikuti mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk”.

Sayyidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersamamu, aku tidak dapat mendekatinya, apalagi setelah berdampingan denganmu. Dia begitu percaya atas kebenaranmu hingga dia menjadi wazirul a’zam. Bahkan engkau sendiri telah mengatakan jika ditimbang seluruh isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Lagipula dia telah menjadi mertuamu karena engkau menikah dengan anaknya, Sayyidatina Aisyah yang juga banyak menghafal Hadits-haditsmu.

Adapun Sayyidina Umar bin Khatab, aku tidak berani memandang wajahnya karena dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan seksama. Jika aku pandang wajahnya, maka gemetarlah seluruh tulang sendiku karena sangat takut. Hal ini karena imannya sangat kuat apalagi engkau telah mengatakan : “Jikalau ada Nabi sesudah aku, maka Umar boleh menggantikan aku”, karena dia adalah orang harapanmu serta pandai membedakan antara kafir dan Islam hingga digelar ‘Al-Faruq’.

Sayyidina Usman bin Affan, aku tidak bisa bertemu karena lidahnya senantiasa membaca Al-Qur’an. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantumu sebanyak 2 (dua) kali. Karena taatnya, banyak Malaikat datang menghampiri dan memberi hormat kepadanya karena Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga engkau mengatakan : “Barangsiapa menulis Bismillaahirrahmaanirrahiim pada kitab atau kertas-kertas dengan tinta merah, niscaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid”.

Sayyidina Ali bin Abi Thalibpun aku sangat takut karena hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat sopan santun, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka karena dia sangat kuat beribadah dan beliau adalah golongan orang pertama yang memeluk agama Islam serta tidak pernak menundukkan kepalanya kepada berhala. Bergelar ‘Ali Karamullahu Wajhahu” dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga ‘Harimau Allah’ dan engkau sendiri berkata : “Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya”. Lagipula dia menjadi menantumu, aku semakin ngeri kepadanya”.

Pertanyaan Nabi (10) :

“Bagaimana tipu dayamu kepada umatku?”

Jawab Iblis : “Umatmu itu ada 3 (tiga) macam. Yang pertama, seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan yaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya seperti kata Jibril as : “Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat”. Yang kedua, umat tuan seperti tanah yaitu orang yang sabar, syukur dan ridha dengan karunia Allah. Berbuat amal saleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga, umatmu seperti Fir’aun, terlampau tamak dengan harta dunia dan dihilangkan amal akhirat, maka akupun bersuka cita lalu masuk ke dalam badannya, aku putarkan hatinya ke lautan durhaka dan aku ajak kemana saja mengikuti kemauanku. Jadi dia selalu bimbang kepada dunia dan tidak mau menuntut ilmu, tidak pernah beramal saleh, tidak mau mengeluarkan zakat dan malas beribadah.

Lalu aku goda agar manusia minta kekayaan lebih dulu dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka aku rayu supaya lupa beramal, tidak membayar zakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umatmu terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia selalu bimbang akan hartanya dan berangan-angan hendak merebut kemewahan dunia, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk kemaksiatan”.

Pertanyaan Nabi (11) :

“Siapa yang serupa denganmu?”

Jawab Iblis : “Orang yang meringankan syariatmu dan membenci orang yang belajar agama Islam”.

Pertanyaan Nabi (12) :

“Siapa yang membuat mukamu bercahaya?”

Jawab Iblis : “Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu dan suka ingkar janji”.

Pertanyaan Nabi (13) :

“Apa yang kau rahasiakan dari umatku?”

Jawab Iblis : “Jika seorang Muslim buang air besar dan tidak membaca do’a terlebih dahulu, maka aku gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sadari”.

Pertanyaan Nabi (14) :

“Jika umatku bersatu dengan isterinya, apa yang kau lakukan?”

Jawab Iblis : “Jika umatmu hendak bersetubuh dengan isterinya dan membaca do’a pelindung syaitan, maka aku lari dari mereka. Jika tidak, aku akan bersetubuh dahulu dengan isterinya dan bercampurlah benihku dengan benih isterinya. Jika menjadi anak, maka anak itu akan gemar berbuat maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua karena kealpaan ibu bapaknya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa membaca Bismillah, aku santap makanannya lebih dulu daripadanya. Walaupun mereka makan, tidaklah mereka merasa kenyang”.

Pertanyaan Nabi (15) :

“Apa yang dapat menolak tipu dayamu?”

Jawab Iblis : “Jika berbuat dosa, maka cepat-cepatlah bertaubat kepada Allah, menangis menyesal akan perbuatannya. Apabila marah, segeralah mengambil air wudhu’, maka padamlah marahnya”.

Pertanyaan Nabi (16) :

“Siapakah orang yang paling engkau sukai?”

Jawab Iblis : “Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari (bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situlah aku mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu”.

Pertanyaan Nabi (17) :

“Hai Iblis! Siapakah saudaramu?”

Jawab Iblis : “Orang yang tidur meniarap / telungkup, orang yang matanya terbuka di waktu Subuh tetapi menyambung tidur lagi. Lalu aku lenakan dia hingga terbit fajar. Demikian juga pada waktu Dzuhur, Asar, Maghrib dan Isya’, aku beratkan hatinya untuk sholat”.

Pertanyaan Nabi (18) :

“Apa yang dapat membinasakan dirimu?”

Jawab Iblis : “Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Qur’an dan sholat tengah malam”.

Pertanyaan Nabi (19) :

“Hai Iblis! ?” Apa yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang duduk di dalam masjid dan beri’tikaf di dalamnya”.

Pertanyaan Nabi (20) :

“Apa lagi yang dapat memecahkan matamu?”

Jawab Iblis : “Orang yang taat kepada kedua ibu bapaknya, mendengar kata mereka, membantu makan, pakaian mereka selama mereka hidup, karena engkau telah bersabda : Syurga itu di bawah tapak kaki ibu”.

(Dikutip dari : KH. Abdullah Gymnastiar, Muhasabah Kiat Sukses Introspeksi Diri, Penerbit Difa Press, September 2006)

Jumaat, 3 Oktober 2014

Qada dan Qadar Allah



بسم الله الرمان الرحيم

Sesungguhnya kita diciptakan oleh ِِAllah didunia ini sebagai hambanya dan sebagai khalifah diatas muka bumi ini. Dari setitis air yang hina kemudian Allah muliakan manusia itu dengan ilmu dan akal fikiran jika dibandingkan dengan makluk Allah yang lain. Allah berikan kepada kita akal supaya berfikir dan teliti setiap ciptaannya, supaya kita lebih mengenal dengan pencipta yang hakiki iaitu tuhan sekalian alam. 

Allah berfirman:

وكل شىء عنده بمقدار

Dan setiap sesuatu disisinya (Allah) dengan kehendaknya (Ar-ra'd: 8)

Ingatlah, sesungguhnya Allah itu maha kuasa dan maha mengetahui setiap perkara yang berlaku didunia ini, dengan kehendak dan ketentuannya. Manusia itu hanyalah seorang hamba yang hanya mampu berusaha dan bertawakkal kepadanya. Namun keberhasilannya hanya Allah yang dapat menentukannya. 

Sebagai contoh: seseorang yang berusaha bersungguh dan rajin dalam pelajarannya maka dia akan berjaya dalam peperiksaannya, namun ada juga orang yang berusaha bersungguh sungguh tetapi dia tidak berjaya. Setiap ketentuan yang Allah telah tetapkan keatas hamba-hambanya didunia ini mempunyai hikmah yang tersirat namun manusia tidak mengetahuinya. 

Timbul persoalan: jika Allah dah tentukan segala-galanya, jadi manusia tidak perlu berusaha atau melakukan apa-apa tindakan kerana manusia ini hanyalah boneka yang mengikut segala ketentuan Allah?

Jawapannya: sesungguhnya Allah telah memberikan kepada manusia itu kuasa untuk membuat pilihan. Pilihan itu mampu mengubah suatu taqdir  kepada suatu taqdir yang lain. Sebagai contoh: seorang pelajar dia mempunyai pilihan sama ada pergi kesekolah atau ponteng sekolah, atau seorang muslim diberi pilihan untuk solat dirumah atau solat berjemaah dimasjid. Sesungguhnya ketentuan Allah itu bergantung kepada pilihan yang kita buat mengikut kemahuan kita sendiri.

Allahu berfirman: 

وهدينه النجدين

Kami tunjukkan dua jalan iaitu jalan kebaikan dan jalan kejahatan (Al- Balad: 10)

Allah berikan kepada kita dua pilihan sama ada jalan ke Syurga atau jalan ke Neraka. Kita yang menentukan jalan mana yang kita pilih untuk melaluinya, namun penghujungnya Allah telah tetapkan sama ada Syurga atau Neraka. 

Allah berfirman: 

وعسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم وعسى أن تحبوا شيئا وهو شر لكم والله يعلم وأنتم لا تعلمون

Boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik untuk kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan ingatlah sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu tidak mengetahuinya. (Al-baqarah: 216)

Kadang-kadang Allah taqdirkan keatas kita sesuatu yang kita tidak suka, ada hikmah kenapa Allah jadikannya begitu, kerana Allah maha mengetahui disebalik perkara yang berlaku. Sebagai contoh: seorang telah berdoa supaya Allah jadikanlah dia seorang yang kaya, tetapi Allah jadikan dia seorang yang hidup sederhana sahaja, oleh sebab dia hidup sederhana dia menjadi seorang yang bersyukur dengan nikmat yang dia dapat, tetapi jika dia seorang kaya mungkin dia akan menjadi bongkak dan sombong dengan kekayaannya sehingga lupa kepada allah yang memberi rezeki kepada hamba-habanya. Sesungguhnya Allah itu mengetahui apa yang terbaik untuk hamba-hambanya dalam setiap perkara didunia ini.  

Analogi yang mudah. Dalam sebuah pohon yang besar dan berbuah, perkara yang menarik pandangan kita jika melihat kepada pokok itu adalah kepada buahnya iaitu hasil yang dikeluarkan oleh pokok itu. Buah yang cantik, besar, berhasiat dan sedap rasanya tidak akan berhasil melainkan telah mencukupi segala khasiat dan mineral yang diperlukan oleh sesebuah pokok. Begitu juga dalam kehidupan kita, kita tidak akan menjadi seorang yang sempurna melainkan cukupnya segala pembinaan diri seseorang individu dari segi fizikalnya sehingga kerohaniannya. Jika tidak cukup segala mineral yang diperlukan oleh pokok, maka pokok itu sama sekali tidak akan menghasilkan buah atau menghasilkan buah yang tidak sempurna sifatnya. 

Semoga kita sama-sama berusaha untuk menjadi seorang muslim yang sejati dan diredhai Allah agar kite semua ditempatkan di Syurga nanti. Hanya Allah yang dapat menentukan tempat kembali dan pembalasan keatas hamba-hambanya. 

Wallahua'lam, wassalamualaikum. 


Selasa, 11 Februari 2014

Mahasiswa Yang BERKUALITI


Bismillah

Demi masa* Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian* Melainkan orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan kesabaran*

Bagaimana menjadikan sebuah masa yang berkualiti

Pepatah melayu mengatakan “masa umpama emas”, pepatah arab mengatakan “masa ibarat pedang jika kamu tidak memotong ia maka ia akan memotong kamu”.

Saya inging membawa pembaca berfikir beberapa persoalan untuk kita muhasabah kembali tingkah laku kita seharian.

Timbul beberapa persoalan:- 

A) Sejauh manakah kita sebagai seorang muslim mengambil berat akan masa yang tersusun dan dipenuhi dengan perkara yang bermanfaat untuk diri, ummah dan agama?

B) Adakah setiap perbuatan kita itu bermanfaat?

C) Adakah setiap percakapan itu benar?

D)  Adakah setiap langkah kita penuh dengan zikir?

E) Adakah setiap detik itu menambahkan pahala dan mendekatkan diri kepada Allah?


untuk menjawab persoalan-persoalan ini, saya bahagikan kepada 3 bahagian:-

1) Jika kita melihat dari skop seorang mahasiswa khususnya buat mahasiswa di Mesir. Tempoh pembelajaran dalam bidang kedoktoran selama 6 tahun dan bagi bidang keagamaan hanya 4 tahun. Tempoh ini tidaklah mencukupi untuk kita menggali segala khazanah ilmu dan ketamadunan yang terdapat di Mesir. Adalah amat penting untuk kita meletakkan matlamat dan tujuan kita di Mesir. Agar kita mampu menyusun setiap gerakgeri dan perbuatan kita menuju kepada matlamat yang hendak dicapai. Mahasiswa yang berjaya dia mampu untuk mengatur langkah-langkahnya supaya segala yang dilakukan itu bukanlah perkara yang sia-sia. Penyusunan masa yang sempurna adalah penyusunan masa yang dilengkapi kepentingan dirinya, ummah dan agama keseluruhannya. Tidaklah seorang mahasiswa itu menuntut ilmu untuk kepentingan dirinya sahaja melainkan untuk memberi manfaatnya kepada masyrakat dan agama itu sendiri.


2) Jika kita melihat dari skop seorang muslim. Sesungguhnya islam menyuruh ummatnya mengisi masa-masanya dengan beramal soleh. Tujuan amal soleh itu tidak lain dan tidak bukan melainkan hanya untuk mencari keredhaan Allah. Dari situ akan timbul keimanan kepada Allah dan mendekatkan diri kepadanya. Ummat islam sepatutnya menjadikan setiap percakapannya adalah benar dan jauh dari berbohong. Percakapan yang bermanfaat dipenuhi dengan nasihat menasihati dan mengajak orang lain melakukan kebaikan bersama-sama. Begitu juga dengan perbuatan, ummat islam sepatutnya menjadi contoh dan teladan yang baik bagi orang disekitarnya. Teladan dari segala segi termasuklah kepimpinan, kewibawaan, ketegasan, kesukanan dan sebagainya. Sesungguhnya contoh ikutan dan teladan yang paling agung adalah nabi Muhammad SAW.

3) Jika kita lihat dari aspek pahala dan keredhaan Allah. Dua perkara ini tidak akan  dapat dipisahkan. Bagaimana kita mahu menjadikan setiap masa yang berlalu adalah pahala dan diredhai allah?

Perkara utama yang perlu ditekankan ketika itu adalah niat. Setiap perbuatan yang disertai dengan niat yang ikhlas dan menjadikan setiap perbuatannya adalah ibadah kepada Allah. Sebagai contoh seorang mahasiswa yang beniat ketika keluar rumahnya untuk pergi menuntut ilmu kerana Allah. Maka Allah akan memberikan pahala kepadanya bermula dia keluar rumah sehinggalah dia kembali semula. Jika ia mati dalam perjalanannya, tidak lah dia mati melainkan mati dijalan Allah. Kecuali segala perbuatan yang dilakukannya merupakan perkara-perkara yang dilarang oleh Allah dan menyebabkan Allah tidak redha dengan perbuatannya. 

Perkara kedua, setiap langkah dan perbuatannya mengingati Allah iaitu dipanggil zikir. Zikir ini terbahagi kepada tiga bahagian, iaitu zikir mulut, zikir hati dan zikir perbuatan. Saya mahu tekankan pada bahagian zikir perbuatan, sebagai contoh seorang penjual ketika berjual beli, dia mengingati bahawa tipu itu haram. Begitu juga mahasiswa ketika dia menuntut ilmu dia mengingati bahawa ilmu itu cahaya allah, tidaklah masuk cahaya Allah itu pada hati yang kotor. Secara ringkasnya zikir perbuatan ini adalah menghindari seseorang dari melakukan perkara yang dilarang oleh allah.

Kesimpulannya, seorang mahasiswa yang muslim seharusnya pandai menyusun masa dengan perkara-perkara yang berfaedah disertai dengannya niat yang ikhlas kerana allah dan disusuli olehnya peringatan-peringatan Allah yang dapat menjauhkan dirinya dari melakukan perkara yang dilarang oleh allah. Wallahu a’lam.


-   

Jumaat, 31 Januari 2014

Keluarga Fillah





Bismillah

Assalamualaikum, sudah lama aku tidak mengupdate blog ini, teringin aku untuk berkongsi pengalaman kepada pembaca, tetapi kali ini aku nak tujukan kisah ini kepada ahli keluargaku.

Wahai ahli keluargaku. Terima kasih daun keladi ku ucapkan, diatas jasa dan pengorbanan antum ketika mana kita mengharungi dan menempoh cabaran kehidupan bersama-sama. 

Mungkin hubungan kita bukanlah diatas dasar pertalian darah atau keturunan, akan tetapi perhubungan kita adalah ukhuwah fillah.

Alhamdulillah, aku ditempatkan dengan ahli keluarga yang baik hati dan budi perketi, peramah, suka tolong menolong dan selalu mengambil perhatian.

Telah banyak perkara dan peristiwa yang berlaku dan dirasai bersama, dan telah banyak kenangan yang tersimpan bersama. Kadang- kadang sedih dan kadang-kadang gembira.

Tika mana hatiku sedih akan ada insan yang memberikan kata-kata semangat. Tika mana hatiku gembira akan ada insan yang menemani dan melayan kerenahku. Tika mana aku lemah merekalah yang memberi sokongan dan panduan kepadaku. Tika mana aku lapar mereka juga yang menyediakan makanan.

Aku tidak akan lupa kenangan indah tika mana kita melakukan aktiviti keluarga bersama-sama demi merapatkan ukhuwah dan silaturrahim, dan tidak lupa juga kenangan bersama-sama kita dalam membina suasana dan biah solehah demi membina dan membentuk peribadi individu muslim.

Seperti biasa setiap yang hidup pasti akan mati, dan setiap perjalanan pasti sampai ke penghujungnya, dan setiap perjumpaan pasti akan ada perpisahan. Mungkin sudah sampai masanya untuk kita berpisah, walaupun berjauhan namun hati kita tetap bersama. Jika rindu maka kenangkan diriku di hatimu.

Hari demi hari sudah berlalu, rupanya sudah setahun kita bersama. Aku memohon maaf jika selama kita bersama banyak melukakan hati, dan aku mintak halal jika terambil atau termakan tanpa keizinan.

Hidup kita masih panjang. Perjalanan masih jauh. Teruskan thabat dalam jalan dakwah ini. Semoga hubungan kita ini diberkati dan diredhai allah. Jumpa disyurga. Salam.



Ahad, 23 Jun 2013

Jahiliyah Remaja Masa Kini




Assalamualaikum,

Pada Zaman kini, khususnya remaja dan belia di Malaysia yang mudah terdedah dengan pelbagai anasir-anasir jahiliah yang dibawa oleh barat. Iman mereka yang tidak kuat untuk melawan hawa nafsu menyebabkan mereka mudah terjerumus ke dalam aktiviti-aktiviti yang merosakkan Akidah dan Iman mereka. Amal fardi yang kurang dan maksiat yang bertambah menyebabkan mudahnya terpengaruh dengan keadaan sekitarnya yang jahiliah. Apabilah mereka selalu bergelumang dengan maksiat maka hati mereka akan menjadi gelap dan kotor dan ia memberi kesan pada sikap dan peribadi mereka. Maka akan lahir generasi yang tidak dapat memberi manfaat kepada ummah malah meruntuhkan ummah. Antara masalah jahiliah yang selalu melanda dalam kalangan remaja sekarang yang berada di universiti tempatan atau universiti luar Malaysia adalah seperti berikut:-
JAHILIYYAH





Masalah Remaja Masa Kini

1) Suka melepak ditempat-tempat susyi dan melakukan aktiviti yang tidak berfaedah sehingga larut malam.
2) Mempunyai masalah Ikhtilat atau Masalah perempuan yang melampau.
3) Terlalu asyik dengan video game seperti PS2,PS3,PSP dan lain-lain sehingga melalaikan dan meninggalkan tanggungjawab.
4) Begitu Taksub dengan movie-movie hollywood atau bollywood atau korea dan movie yang menggambarkan aksi luncah.
5) Tidak merasakan bersalah dan berdosa dalam melakukan jenayah atau kesalah-kesalahan berat dan menindas orang yang lemah.


Firman Allah: 

إن النفس لأمارة بالسوء ( يوسف:53 )

 Mafhumnya: sesungguhnya nafsu itu menyuruh kepada perkara yang buruk.


زين للناس حب الشهوات من النساء والبنين والقناطير المقتطرة من الذهب والفضة والخيل المسومة ةالأنعام والحرث ذلك متاع الحياة الدنيا ( ال عمران:14 )

Mafhumnya: dijadikan perhiasan untuk manusia suka akan perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk-tumpuk dari emas dan perak, kuda pilihan (kenderaan), haiwan ternakan dan sawah-sawah.


ولا تتبعوا خطوات الشيطان إنه لكم عدو مبين ( البقرة:168 )

Mafhumnya: janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan sesungguhnya bagi kamu musuh yang nyata.


Apakah yang Perlu Kita Lakukan

Firman Allah:

إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم ( الرعد:11 )

Mafhumnya: sesungguhnya allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga kaum itu mengubah keadaan diri mereka sendiri.


 والعصر* إن الإنسان لفي خسر* إلا الذين ءامنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر* (العصر:1-3)

Mafhumnya: Demi masa* sesungguhnya manusia berada dalam kerugian* melainkan orang yang melakukan amal soleh dan saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran*


ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير ويأمرون بالمعرف وينهون عن المنكر وألىك لهم عذاب عظيم ( ال عمران:104 )

Mafhumnya: dan hendaklah diantara kamu ada golongan yang menyeru kepada kebaikan dan menyuruh melakukan perkara makruf dan mencegah perkara mungkar, mereka itulah orang yang beruntung.


Nabi bersabda:

إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله, ألا وهي القلب ( رواه البخاري ومسلم )( حديث الأربعين: 6 )

Mafhumnya: apabila ianya baik maka baik keseluruhan badannya, apabila ianya rosak maka rosak keseluruhan badannya, ketahuilah ianya adalah hati.

Kesimpulan


Tidak ada yang mampu mengubah seseorang itu  melainkan dia sendiri ingin berubah, perubahan yang hakiki adalah perubahan dari hati , dari situ baru akan timbul sifa dan peribadi yang baik dan mulia, kerana hati yang bersih akan mencerminkan budi yang mulia. Hati manusia ini diibaratkan sebagai span yang menyerap segala air, jika ia menyerap sesuatu yang bersih maka jika diperah juga akan keluar sesuatu yang bersih. Perlu kita selalu memikirkan kembali tujuan Allah mencipta kita diatas muka bumi ini adalah untuk mengabdikan diri kepadanya, Maka wajib keatas kita untuk taat dan menurut segala suruhan dan menjauhi segala larangannya. Justeru itu perlulah kita melakukann perubahan diri dan sikap dari perkara-perkara yang jahiliah kepada perkara yang menambah pahala dan bermanfaat kepada orang lain. Istiqomah dalam setiap amal fardi akan menambah iman seseorang dan ia boleh menjadi pelindung dari hasutan syaitan. Semoga allah selalu menjaga iman dan amal kita insyaallah. 


Selasa, 26 Februari 2013

Matlamat Penciptaan Manusia




Tujuan Hidup

Masa tidak pernah berhenti dan usia terus meningkat, setiap detik berlalu begitu pantas dan waktu ajal semakin mendekat. Setiap hari, setiap jam, setiap minit, setiap saat begitu berharga, amatlah rugi sesiapa yang tidak mengisi masa dan usianya dengan beribadah kepada Allah. Kerana matlamat penciptaan manusia diatas muka bumi ini oleh Allah adalah untuk beribadat kepadanya. Ibadat itu bukanlah sekadar solat, puasa, zakat, haji sahaja, malah ia merangkumi setiap perkara yang kita lakukan yang diniatkan sebagai ibadat kepada Allah dan perkara itu tidak melanggari syariat Islam. Firman Allah:

وما خلقت الجن والإنس إلا ليعبدون (الذاريات: 56)

Tidaklah aku [Allah] jadikan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadanya

Beribadat merupakan matlamat penciptaan manusia oleh Allah. Dalam hidup ini kita perlu tanya 3 soalan pada diri kita: dari mana kita datang?, kenapa kita didatangkan? dan kemana kesudahan kita?


1)Dari Mana Kita Datang?

Kita diciptakan dari setitis air mani yang hina yang keluar dari saluran yang sama dari saluran air kencing.  Kita berasa jijik dan melekit jika ia terkena pada tangan dan kita mebasuhnya sehingga bersih. Itulah hakikat sebenar manusia. Dari air mani menjadi seketul darah, kemudia menjadi seketul daging, kemudian daging itu membaluti tulang dan ia membesar sehingga cukup 9 bulan 10 hari, maka sempurnalah penciptaan manusia itu. Tetapi maknusia tidak pernah berasa bersyukur diatas penciptaan Allah yang begitu sempurna sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Quran:

لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم (التين:4)

Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Allah menciptakan manusia lebih baik penciptaannya dari makhluk-makluknya yang lain namun manusia inilah yang kuat menentang perintah Allah berbanding makhluk lain yang sentiasa taat dan memuji Allah sepanjang masa. Sedarlah wahai manusia sekalian, bahawa kita diciptakan dari air yang hina, maka tunduk dan taatlah perintah Allah.


2)Kenapa Kita Didatangkan?

Jikalau haiwan hidup untuk makan maka manusia makan untuk hidup dan beribadat kepada Allah. Kita didatangkan oleh Allah keatas muka bumi ini untuk menjadi hambanya dan menjadi khalifah untuk mentadbir bumi ini sebagaimana firman Allah:

وإذ قال ربك للملائكة إنى جاعل فى الأرض خليفة (البقرة:30)

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak
menjadikan seorang khalifah di bumi"

Tugas seorang khlifah ialah mentadbir bumi ini dengan hukum Allah dan hukum Islam. Allah juga menyuruh hambanya untuk mengajak kepada perkara kebaikan dan mencegah kemungkaran sebagaimana firman Allah:

كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف وتنهون عن المنكر وتؤمنون بالله (ال عمران:110) 

Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi (faedah) umat manusia, (kerana) kamu menyuruh berbuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah (dengan sebenar-benar iman)

Allah menjadikan manusia sebagai khalifah kerana manusia diberikan akal dan mampu untuk berfikir. Berbeza dengan makhluk Allah yang lain yang tidak diberikan oleh Allah nikmat akal. Akal ini pembeza antara manusia dengan haiwan, jika manusia yang tidak menggunakan akal dalam melaksanakan sesuatu perkara, maka dia samalah seperti binatang sebagaimana firman Allah:

لهم قلوب لايفقهون بها ولهم أعين لايبصرون بها ولهم ءاذان لايسمعون بها أولىك كالأنعام بل هم أضل (الاعراف:179)

mereka mempunyai hati (tetapi) tidak mahu memahami dengannya (ayat-ayat Allah), dan yang mempunyai mata (tetapi) tidak mahu melihat dengannya (bukti keesaan Allah) dan yang mempunyai telinga (tetapi) tidak mahu mendengar dengannya (ajaran dan nasihat) mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi


3)Kemana kesudahan kita

Kita dihidupkan dari alam rahim ibu ke alam dunia yang penuh cabaran, kemudian kita dimatikan di dunia dan akan dihidupkan semula di akhirat kelak. Begitulah garis masa bagi setiap manusia yang di ciptakan oleh Allah. Kita hidup di dunia ini hanya sementara, kehidupan akhiratlah yang kekal abadi. Maka persiapkanlah bekalan kehidupan kita untuk akhirat lebih banyak daripada habuan kita di dunia. Sesungguhnya dunia ini diibaratkan seperti sebuah singgahan dalam perjalanan seorang musafir untuk berehat seketika di sebatang pohon yang rendang, sesungguhnya perjalan kita masih jauh untuk diteruskan. Ingatlah sesungguhnya  setiap jiwa yang hidup pasti akan merasai kematian sebagaimana firman Allah:

كل نفس ذائقة الموت (ال عمران: 185)

Setiap yang bernyawa pasti akan merasa kematian

Usia kita didunia ini amat berharga, maka isilah masa kita dengan amal ibadat kepada Allah kerana hanya iman dan amal yang dapat menyelamatkan kita di akhirat. Tiada siapa pun yang dapat menolong diri kita melainkan amal yang kita lakukan didunia ini. Sesungguhnya harta dan keluarga kita pun tidak mampu menyelamatkan kita dari siksaan azab api neraka sebagaimana firman Allah:

يوم لاينفع مال ولا بنون* إلا من أتى الله بقلب سليم* (الشعراء:88-89)

Pada hari yang tidak memberi manfaat oleh harta dan anak pinak, melainkan orang yang datang kepada Allah dalam keadaan hati yang sejahtera  

Kesimpulannya 3 solan ini menceritakan tujuan sebenar kenapa kita didatangkan oleh Allah ke dunia. Tidak lain dan tidak bukan melainkan untuk menjadi hambanya yang sentiasa beribadat kepadanya. Ingat ajal seseorang itu boleh datang bila-bila masa sahaja, ia tidak menunggu usia kita menjadi tua. Apabila ajal sudah datang maka Allah tidak akan lambatkan atau cepatkan waktu ajalnya walau sesaat sebagaimana firman Allah:

إذا جاء أجلهم فلا يستئخرون ساعة ولا يستقدمون (يونس: 49)

Apabila telah datang ajal, maka ia tidak akan melambatkan dan mempercepatkan 





Ahad, 3 Februari 2013

Nasib Islam Di Malaysia












SOLUSI BAGI NEGARA MALAYSIA TERCINTA

Bersatu teguh bercerai roboh, peribahasa yang tidak asing lagi daripada masyarakat Islam Malaysia, walaubagaimanapun peribahasa ini masih tidak diimplimentasikan oleh masyarakat Islam Malaysia yang khususnya orang melayu. Tidak asing lagi pada saat ini, perpecahan dan pergolakkan yang berlaku sesama umat Islam di Malaysia sangat meruncingkan. Tidak dapat dinafikan bahawa Kita sedar akan perkara ini tetapi apakah langkah-langkah yang telah Kita usahakan demi keamanan negara dan agama islam di Malaysia.


Umat Islam diMalaysia seharusnya sedar akan punca-punca kepada masalah-masalah ini yang bermulanya dengan kemasukan virus-virus [Syiah dan Keristian] Dan wabakwabak ideologi yang tidak selari dengan syara’ agama islam seperti idea Sekularism, liberalism dan pluralism. Kita seharusnya risau dengan segala ideologi seperti ini jika wabak ini tidak disambut oleh masyarakat Islam.


Pucuk kepimpinan memainkan peranan yg sederap dan dominan bagi memartabatkan negara Malaysia yang bergelar negara islam. Malangnya, perpecahan dalam pucuk-pucuk kepimpinan ini telah jayanya memberi ruang yang besar kepada puak kafirun untuk mengambil peluang ini dengan melakukan segala perkara demi kepentingan agama dan diri mereka . Lebih sedih lagi apabila pucuk-pucuk kepimpinan Islam khususnya di Malaysia lebih mempercayakan puak kafirun daripada saudara musliminnya sendiri.


لا يتذ المؤمنون الكافرين أولياء من دون المؤمنين ومن يفعل ذلك فليس من الله شىء إلا أن تتقوا منهم تقاة ويحذركم الله نفسة وإلى الله المصير

“Janganlah orang-orang mukmin menjadikan orang-orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barangsiapa berbuat demikian niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).” (Ali ‘Imran: 28)


Mungkin Kita tidak sedar akan status negara Malaysia sebagai negara Islam cuba di bubarkan, mungkin Kita tidak sedar akan hak orang Islam di Malaysia semakin berkurangan, mungkin kita tidak sedar sejarah islam ditanah melayu cuba ditukar, malah ada pendapat puak kafirun pada masa kini yang tidak mengiktiraf sejarah tanah melayu yang berstatus negara Islam, mungkin Kita tidak sedar orang islam yang kufur semakin meningkat, kita juga dikaburi dengan orang-orang melayu yang bertopengkan islam, 


ADAKAH KITA YANG BERGELAR UMAT ISLAM HANYA MAMPU UNTUK DUDUK DAN LIHAT?


SOLUSI utama bagi segala keruncingan ini adalah ukhwah atau hubungan antara pemimpin Islam di Malaysia harus dieratkan dan kesatuan ni bukan hanya menjelang PRU 13 malah buat selamanya, tidak mustahil hasrat pengabungan umat-ummat islam dan pemimpin-pemimpin islam untuk terjadi di Malaysia, sejarah Malaysia membuktikan bahawa pucuk-pucuk kepimpinan mampu untuk bersatu didalam menjamin kedaulatan agama islam
pada 13 Mei 1969.


ولن ترضى عنك يهود ولا النصارا حتى تتبع ملتهم قل إن هدى الله هو الهدى ولئن تبعت أهواءهم بعد الذي جاءك من العلم ما لك من الله من ولى ولا نصير

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).’ Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang ilmu kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Al-Baqarah:120)



Jelas ayat ini membuktikan bahawa puak kafirun tidak sama sekali akan redha dengan perundangan islam, sistem islam dan orang Islam. Ingatlah bahawa Al-islamu yaalu walla yu'la..Islam itu tinggi dan tiada tandinganya (الإسلام يألو ولا يعلى). Oleh itu,PILIHLAH pemimpin islam yang berwibawa yang mencorak negara Islam yang adil sejahtera.
Dan ingatlah umat Islam khususnya di Malaysia bahawa puak kafirun tidak pernah REHAT menyampaikan ideologi dan cara pemikiran yang mampu menghancurkan aqidah kita, janganlah kita berasa selasa dengan kedudukan kita
sekarang, janganlah kita membutakan diri sedangkan kita diancam secara terang-terangan ini.

INI NEGARA KITA,INI AGAMA KITA,INI TANGGUNGJAWAB KITA,

Darah hijau, tidak semestinya pelik
Keris tajam, tidak semestinya untuk membunuh


ومن يبتغ غير الإسلام دينا فلن يقبل منه وهو في الأخرة من الخاسرين

Barangsiapa mencari agama selain Islam, tidaklah akan diterima darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (Ali ‘Imran: 85)

Wallahualam